Bisik jiwa tlah terputus dalam satu hembusan nafas
Janji suci tlah kau ingkari tuk bersama
Dalam tawa dan duka
Yakinlah selalu … sobat
Bawa segala luka yang menyobek hatimu
Adalah pisau yang mengalir di setiap tetes darahku
Kesedihan yang nampak di raut mukamu
Adalah kepedihan terdalamku
Ketidakramahan dirimu adalah penyobek hatiku
Taukah kau sobat?
Bahwa secercah tawa yang dulu slalu menghiasi wajahmu
Kini tlah pudar dan bukan lagi
Kebanggaan dalam tali hati antara kau dan aku
Kini kau telah melepas jemari itu
Padahal aku rapuh tanpa tangan itu
Aku ingin kau selalu menjaga dan melindungiku
Sobat …
Sebuah tamparan yang selalu kudapat bila kusalah
Sebuah bimbingan yang selalu merangkulku bila kulemah
Kini tak akan pernah kudapati lagi
Kemana aku harus mencari itu semua?
Kau pergi tanpa mengucap sepatah kata pun
Kau telah memutus persahabatan itu
Persahabatan yang suci
Kini tlah kau nodai dengan kebungkaman, kebohongan, dan kebosanan
Semuanya penuh kepura-puraan
Kau jadikan persahabatan
Sebagai tempat berlabuh
Tuk mencari pengalaman kehidupan
Kenapa kau lakukan ini?
Ku diam dalam kebungkaman yang penuh kesakitan
Sedangkan dirimu tertawa penuh keriangan
Lalu kini ku bertanya:
Apa menurutmu seorang sahabat?
And sahabat yang tulus seperti apa?
Kau hanya diam tak bisa menjawab
Sobat …

Maafkan diri ini bila diri ini bersalah
Meski kau telah pergi
Bagiku kau selalu ada dalam hatiku
Karena kau adalah sahabatku
Dari dulu dan sampai kapan pun

best_friend2

Indonesia

Indonesia: Peraih medali
Medali Nama Cabang Nomor Hasil
Medali perunggu Eko Yuli Irawan Angkat besi 56 kg 288 kg
Medali perunggu Triyatno Angkat besi 62 kg 298 kg
Medali perunggu Maria Kristin Yulianti Bulutangkis Tunggal putri Juara ke-3
Medali emas Markis Kido dan Hendra Setiawan Bulutangkis Ganda putra Juara

Indonesia mengirimkan 24 atlet yang berkompetisi dalam tujuh cabang olahraga: atletik, bulutangkis, panahan, angkat besi, renang, layar dan menembak.[2] Empat dari lima peraih medali Olimpiade 2004 kembali bertanding di Beijing 2008: Taufik Hidayat, juara tunggal putra bulutangkis pada Olimpiade Athena 2004, Raema Lisa Rumbewas, peraih medali perak pada Olimpiade 2004 dalam cabang angkat besi putri kelas 53 kg, Sony Dwi Kuncoro, peraih medali perunggu tunggal putra bulutangkis, dan Flandy Limpele yang meraih perunggu dalam ganda putra bulutangkis. Taufik langsung kalah di pertandingan pertamanya menghadapi Wong Choong Hann di babak kedua, sementara Rumbewas gagal meraih medali setelah menempati posisi keempat di kelas 53 kg.

Indonesia meraih medali perunggu lewat cabang angkat besi melalui Eko Yuli Irawan dan Triyatno, yang sekaligus merupakan pertama kalinya angkat besi putra menyumbangkan medali Olimpiade bagi Indonesia. Dari bulutangkis, tunggal putri Maria Kristin Yulianti merebut medali perunggu sementara medali emas diraih melalui ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan. Ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir masih berpeluang menambah medali emas setelah berhasil melaju ke final.

Jakarta (ANTARA News) – Gerhana bulan sebagian yang terjadi pada Minggu dini hari mulai sekitar pukul 02:40 WIB bersamaan dengan peringatan ulang tahun KE-63 kemerdekaan RI.

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) membenarkan terjadinya gerhana bulan sebagian itu. “Memang terjadi gerhana bulan dan Observatorium Boscha di Bandung sudah melaporkan akan terjadinya fenomena alam itu beberapa hari lalu,” kata Imam petugas BMG yang dihubungi melalui telepon.

Peristiwa alam ini dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia pada Minggu dini hari hingga menjelang matahari terbit.

Gerhana bulan dapat diamati lebih dari 3 jam antara pukul 2.36 WIB-5.45 WIB dengan puncaknya pada pukul 4.10 WIB. Tahapan gerhana bulan tidak dapat disaksikan secara penuh dari kawasan Indonesia Timur karena pada tahap terakhir, matahari telah terbit.

Dari lantai 20 Wisma ANTARA,Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, gerhana bulan dapat disaksikan langsung dengan mata telanjang. Wartawan ANTARA bersama karyawan lainnya menyaksikan langsung gerhana bulan yang hingga pukul 03.50 WIB terlihat 3/4 bulan tertutup (gelap).

Peristiwa kali ini merupakan gerhana bulan sebagian sehingga tidak semua cahaya Bulan tertutup bayangan Bumi. Bulan yang seharusnya bersinar penuh dan bulat karena sedang dalam fase purnama saat itu menjadi gelap di bagian bawahnya.

Gerhana bulan terjadi karena matahari, bumi, dan bulan sejajar pada satu garis lurus. Karena tidak benar-benar berada pada posisi yang lurus sempurna, pada 17 Agustus yang terjadi hanya gerhana sebagian.

Untuk mengamatinya dapat dilakukan dengan mata telanjang dan tidak perlu pelindung mata. Namun, untuk melihat lebih dekat atau merekam peristiwa tersebut akan lebih baik menggunakan teleskop.

Tidak hanya bertepatan dengan momentum peringatan Hari kemerdekaan RI, gerhana Bulan kali ini juga tepat pada malam pertengahan bulan Sya`ban, bulan ke-9 dalam penanggalan Hijriah/Arab yang biasa diperingati sebagian pemeluk Islam sebagai malam Nisyfu Sya`ban, bulan ke-9 dalam penanggalan Arab/Hijriah.(*)

Alasan Sebenarnya Kenapa Zidane Menyeruduk

Gue dapet info ini dari temen bokap gue namanya Toro. Walaupun sudah sekian lama terjadi kejadian “Zidane nyeruduk” Zidane masih saja ingin memberitahukan yang sebenarnya terjadi, lalu dia pun bercerita:

Z :”Begini ceritanya, jadi ketika pertandingan final, saya tidak sengaja menabrak Materazzi”, lalu Materazzi bilang:

M :”Nyokap lo gila” (Zidane Diem)
M :”Satu keluarga loe gila” (Zidane Diem)

Z :”Akhirnya, saya pun capek mendengarkan dia, saya tinggal saja”, tapi tiba tiba dia bilang

M :”LO MANTAN PEMAIN PSSI ya ?”

Z :”Saya tidak terima, saya langsung saja seruduk!!”

Temen Cewek yang Suka Tebar Pesona

Gue punya temen, Dina namanya. Dia itu sering banget tebar pesona sama cowok cowok walaupun jelek sekalipun. Gue ama temen se-geng gue rada gokil ngeliat kelakuannya.

Pas dikelas, kebetulan waktu itu cuaca panas minta ampun. Air keringet keluar mulai dari ketek sampe ke kaki.
Nyot yang teuteup gigih sama ‘kegenitannya’ malah asik masyuk bedakan.

Gue ama teman gue trus ngerjain dia, tipe x gue buka tutupnya dan gue tumpahin banyak di tisu. trus gue kasihin gitu deh ke
Dina … gue bilang aja “Din muka lo keringetan tuh “

Tanpa rasa curiga langsung aja dia usep usepin dimukanya, idungnya, ama dia masukin kedalam bajunya trus di-lap-in ke keteknya.

Kontan aja gue ama se-geng ketawa nggak karu karuan ngeliat mukanya yang belepotan tipe-x. Dia langsung nyadar ada yang ga beres trus langsung lari ke toilet buat ngebersihin mukanya.
Ama keteknya juga !

teKa-teKi

Tukang Apa yang Paling Goblok?
Tukang Photo lah…
masak 3X4 sama dengan 5.000 rupiah

Apa bahasa Inggrisnya “Kamu tonjok gigi roti-roti-roti saya merah muda matahari”?
You Hit Tooth Bread Bread Bread I am Pink Sun!

Orang apa yang saat naik motor bisa ngeliat ke belakang dan sampai ke tujuan dengan selamat?
Penumpangnya

Valentino Rossi (born February 16, 1979[1] in Urbino) is an Italianmotorcycle racer and multiple MotoGP World Champion. He is one of the most successful motorcycle racers of all time, with 7 Grand Prix World Championships to his name. According to Sports Illustrated, Valentino Rossi is one of the highest earning sports personalities in the world, having earned an estimated $34 million in 2007.[2] professional

Following his father, Graziano Rossi, Rossi started racing in Grand Prix in 1996 for Aprilia in the 125cc category and won his first World Championship the following year. From there, he moved up to the 250 cc category, again with Aprilia, and won the World Championship in 1999. He won the 500 cc World Championship with Honda in 2001, the MotoGP World Championships (also with Honda) in 2002 and 2003, and continued his streak of back-to-back championships by winning the 2004 and 2005 MotoGP World Championship after leaving Honda to join Yamaha.

Nicknames

Valentino Rossi has had numerous nicknames during his racing career. His first prominent nickname was “Rossifumi.” Rossi explained the etymology of this nickname as a reference and tribute to fellow rider Norifumi Abe.

His next nickname appeared some time around his days racing in the 250 cc World Championship. The nickname “Valentinik” was a reference to the Italian Donald Duck superhero, “Paperinik.”

Since his dominance in 500 cc and MotoGP, Rossi has used the nickname “The Doctor.” This has been attributed to his “cold and clinical dismantling of his opponents” as well as his cool and calm composure in racing compared to his frenetic days in 125 cc and 250 cc where his performance was erratic and dangerous, resulting in numerous crashes. There are two theories as to why Rossi is entitled “The Doctor”, one is Rossi adopted the nickname upon having earned a degree, which in Italy entitles one to use the title “Doctor”. Another, as spoken by Graziano himself, “The Doctor because, I don’t think there is a particular reason, but it’s beautiful, and is important, The Doctor. And in Italy, The Doctor is a name you give to someone for respect, it’s very important, The Doctor… important”. Although Valentino often jokes that the name arrived because in Italy, Rossi is a very common surname for Doctors. These days Rossi rarely crashes and in fact holds the record for the longest streak of consecutive podiums. From September 8, 2002 to April 18, 2004, he stood on the podium at the end of all 23 races including every race in 2003.

He has always raced with the number #46 in his motorcycle grand prix career. Rossi has stated that the original inspiration for this choice of number was the Japanese “wild card” racer Norifumi Abe whom he saw on television speeding past much more seasoned riders in a wet race. He later found out that it was the number his father had raced with in the first of his 3 grand prix career wins, in 1979, in Yugoslavia, on a 250c Morbidelli. Typically, a World Championship winner (and also runner-up and third place) is awarded the #1 sticker for the next season. However, in a homage to Barry Sheene (who was the first rider of the modern era to keep the same number), Rossi has stayed with the now-famous #46 throughout his career. The text on his helmet refers to the name of his group of friends: “The Tribe of the Chihuahua”, and the letters WLF on his leathers stand for “Viva La Figa”, Italian for “Hurray the Pussy”. He has so far escaped any sanctions or ultimatums that he take the letters off because of the “W” for the first letter. Readily apparent is the “W” standing for the two “V”s in “ViVa”, and equally obvious is his success at escaping any disciplinary action from the FIM or Dorna for having the letters so brazenly on the front neck of his leathers. He traditionally also incorporates his favorite color (fluorescent yellow) into his leather designs. Up until the 2007 season, Rossi wore the #1 reserved for the reigning World Champion on the shoulder of his racing leathers.

Fellow motorcycle racer and former team mate Colin Edwards refers to him as The GOAT (Greatest Of All Time).

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!